INILAHKORAN, Bogor-Dalam musyawarah cabang ke VI Hiswana Migas DPC Bogor di Aston Sentul Lake Resort and Conference Center, Eksekutif General Manager Jawa Bagian Barat PT. Pertamina Patra Niaga Waljiyanto mengatakan pentingnya energi terbarukan demi mengurangi dampak pemanasan global.
"Pertamina Patra Niaga mulai menggunakan energi terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga surya, motor listrik, mobil listrik dan lainnya agar hidup kita lebih baik karena mengurangi dampak negatif pemanasan global," kata Waljiyanto kepada wartawan, Senin, (30/05/2022).
Waljiyanto menuturkan sebelum meminta masyarakat luas untuk beralih menggunakan energi terbarukan, pemerintah terlebih dahulu menjadi percontohan.
"Secara bertahap, masyarakat dihimbau menggunakan energi terbarukan. Penghematan energi fosil ini dimulai dari kita yang sekaligus menjadi percontohan," tutur Waljiyanto.
Kabag Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Bogor Budi Cahya Wiryadi menjelaskan akan memanfaatkan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Galuga menjadi energi listrik, yang kemudian listrik tersebut dijual ke PLN.
"Intinya kami berupaya untuk memanfaatkan sampah, lalu menjadi energi pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Pemkab Bogor akan membicarakan rencana tersebut dengan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM)," jelas Budi Cahya Wiryadi.
Budi Cahya Wiryadi menerangkan bahwa potensi sampah di Bumi Tegar Beriman terbilang besar, dimana minimal mencapai 2.800 ton perhari.
"PLTSa Galuga juga bakal menjadi solusi permasalahan sampah selama ini. Selain itu, di Kabupaten Bogor juga ada pabrik solar cell dan pabrik motor listrik hingga bisa saja di masa yang akan datang kami akan bekerjasama," terang Budi Cahya Wiryadi. (Reza Zurifwan)***