Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Berita Energi

Pertamina Geothermal Energy Ditargetkan IPO Juni


Published by: jawapos.com Selasa, 18 Januari 2022
Dibaca: 482 kali
JawaPos.com – Bauran energi baru terbarukan (EBT) Indonesia masih minim. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menuturkan, bauran EBT hingga akhir 2021 baru mencapai 11,5 persen.

Realisasi pada tahun lalu masih di bawah target yang ditetapkan dalam rencana umum energi nasional (RUEN) yang mencapai 14,5 persen. Dadan menjelaskan, salah satu kendalanya adalah pandemi Covid-19.

“Beberapa proyek delay, tidak terjadi di tahun 2021. Misalkan, untuk panas bumi terjadi juga demikian. Untuk beberapa PLTA juga seperti itu,” jelasnya pada konferensi pers di Jakarta Senin (17/1).

Dadan melanjutkan, beberapa upaya percepatan juga akan terus dilakukan Kementerian ESDM. Sehingga, proyeksi bauran EBT sebesar 23 persen tercapai pada 2025 mendatang.

“(Upaya percepatannya, Red) antara lain, penyelesaian rancangan perpres harga EBT, penerapan permen ESDM PLTS atap, mandatori bahan bakar nabati (BBN), pemberian insentif fiskal dan nonfiskal untuk EBT, kemudahan perizinan berusaha dan mendorong demand ke arah energi listrik, misalnya kendaraan listrik dan kompor listrik,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Menteri BUMN Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II Pahala Nugraha Mansury mengatakan, Indonesia tengah meningkatkan penggunaan sumber daya EBT. Karena itu, pemerintah telah memiliki peta jalan transisi energi yang tertuang dalam Grand Strategi Energi Nasional.
Pegawai energi baru terbarukan, kinerja perusahaan, aksi korporasi, Pertamina Geothermal Energy (PGE) tengah melakukan pemeriksaan rutin di wilayah kerja perusahaan. (Jawapos)

Dalam roadmap itu, pemerintah mendorong pemanfaatan EBT hingga 20 gigawatt (gw) pada 2030. Pahala menuturkan, salah satu yang paling mudah dikembangkan adalah penggunaan geotermal.

BUMN diharapkan dapat mengoptimalkan di kawasan yang dikelola sendiri. Saat ini, baru 9 persen wilayah geotermal yang berproduksi dengan kapasitas 1.900 megawatt (mw).

Untuk pembiayaan, Kementerian BUMN siap melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pahala menjelaskan, IPO PGE ditargetkan bisa terealisasi pada semester I 2022.

“Registrasi di Maret, IPO kemudian di Juni,” ucapnya.

Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved