Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Agenda

Pembuatan Start-Up Ekspor oleh Mahasiswa Kimia Universitas Pertamina dibawah Kementrian Perdagangan Republik Indonesia


Published by: Zahra Raihana Selasa, 14 September 2021
Dibaca: 641 kali
Melalui program MSIB (Magang Studi Independen Bersertifikat) Kampus Merdeka yang diadakan oleh kemendikbud, Mahasiswa Kimia Universitas Pertamina yakni Virginia Angela (Kimia 2018) dan Zahra Raihana (Kimia 2018) berhasil menjadi salah satu bagian dari Sekolah Ekspor dibawah Kementrian Perdagangan Republik Indonesia. Program tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk meningkatkan ekspor-impor komoditi lokal di dunia internasional. 

Diadakannya program sekolah ekspor tersebut dilatar belakangi oleh fase pemulihan perdagangan nasional yang sempat terpuruk akibat covid-19. Program ini juga bertujuan untuk mencetak generasi millenial sebagai ekspotir baru di Indonesia. Dengan berbagai sumber daya alam dan potensi yang ada di Indonesia, Indonesia seharusnya bisa menjadi negara dengan tingkat ekspor impor terbaik di ASEAN bahkan di dunia internasional. 


Program tersebut memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai tata cara dan kebijakan politik ekspor impor yang ada di Indonesia. Mahasiswa juga mempelajari banyak hal mengenai komoditi Indonesia yang berpeluang untuk pelaksanaan ekspor, dan beberapa prosedur  on boarding yang ada di marketplace lokal maupun internasional. Pengajar di sekolah ekspor tersebut merupakan pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan ekspor impor yang ada di Indonesia, seperti Dirjen Bea-Cukai yang menyampaikan kuliah umum mengenai kepabeanan. 

Mahasiswa kimia yakni Virginia Angela dan Zahra Raihana membuat perusahaan rintisan yang mengembangkan komoditi olahan pertanian yaitu minyak nilam. Menurut Zahra, Indonesia dengan segala keberagamannya memiliki banyak sekali tumbuhan yang dapat diolah menjadi minyak esensial, salah satunya adalah tanaman nilam. Komponen nilam sendiri memiliki kemampuan mengikat aroma dengan baik, sehingga minyak esensial nilam ini merupakan bahan utama dalam pengembangan industri parfum yang ada di dunia. Hampir 90% pasokan nilam yang ada di dunia merupakan produksi dari UMKM yang ada di Indonesia. Akan tetapi, kenyataannya nilai impor nilam ternyata jauh lebih besar dibandingkan nilai ekspornya. Hal ini disebabkan produk nilam yang masuk ke Indonesia sudah dalam bentuk parfum yang dapat langsung dipergunakan sehingga harga nya jauh lebih mahal dibandingkan dengan nilai jual ekspor minyak nilam mentah. Dengan latar belakang tersebut, kedua mahasiswa kimia ini berencana mengembangkan perusahaan nya pada pengolahan lanjutan dari minyak nilam.

Melalui program MSIB ini, Menteri pendidikan dan kebudayaan yakni Bapak Nadiem Anwar Makarim berharap mahasiswa yang ada di Indonesia dapat merdeka memilih program yang menunjang masa depannya. 
Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved