Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Berita Energi

Mantap, Indonesia Digadang Jadi Pusat Energi Biomassa Dunia


Published by: Liputan6.com Jumat, 18 Februari 2022
Dibaca: 701 kali
Liputan6.com, Jakarta Indonesia menyimpan potensi biomassa sangat besar untuk dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai energi baru terbarukan (EBT).

Kalangan pengusaha EBT dan kehutanan sangat yakin, potensi dahsyat biomassa tersebut akan berperan sangat penting dalam proses transisi energi di Indonesia, guna mempercepat tercapainya nol emisi karbon (net- zero emission, NZO). Bahkan, Indonesia dipercaya akan menjadi pusat energi biomassa dunia. 

Kolaborasi, sinergi dan kerjasama antara investor EBT biomassa dan kalangan dunia usaha kehutanan, mampu berkontribusi di dalam pengembangan Hutan Tanaman Energi (HTE) untuk menghasilkan energi listrik sangat besar, dengan total investasi yang juga besar.  

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Perindustrian Bobby Gafur mengatakan, kolaborasi dan sinergi tersebut akan mampu menghasilkan 32,6 GW (gigawatt), dengan total nilai investasi yang akan mengalir masuk sebesar USD 52,1 miliar dan mampu menyerap sedikitnya 12 juta orang tenaga kerja.

"Ini ‘kan luar biasa sekali,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (19/2/2022).

Tak hanya itu, potensi devisa yang akan dihasilkan melalui ekspor bahan baku biomassa berupa woodpellet juga sangat besar. “Sebesar 60 juta ton woodpellet dengan nilai ekspor pertahun yang bisa mencapai Rp.90 triliun,” ujar Bobby menambahkan. 

Dengan potensi dahsyat, akan mampu membawa Indonesia menjadi pusat energi biomassa dunia.

“Hutan Tanaman Energi itulah sesungguhnya energi masa depan yang akan membawa Indonesia menjadi pusat energi biomassa dunia.  Kami sangat yakin, potensi sebesar ini juga akan membawa Indonesia berperan jauh lebih besar dalam mempercepat tercapainya net-zero emission,” kata Direktur Utama/CEO PT Protech Mitra Perkasa Tbk ini.

Ketua Umum APHI Indroyono Soesilo menyatakan, sedikitnya 34 perusahaan anggota APHI sudah menyatakan minat untuk berinvestasi dibidang ini. Bahkan, beberapa diantaranya bahkan sudah memasukkannya dalam rencana bisnis mereka.

“Potensi manfaat yang kita dapat akan sangat dahsyat,” kata dia.

Indroyono juga menjelaskan bahwa APHI juga siap mendukung program de-dieselisasi pembangkit tenaga listrik yang masih menggunakan minyak solar, terutama di kawasan timur Indonesia, dan digantikan dengan bahan baku energi biomassa yang biayanya lebih murah dibandingkan dengan harga minyak solar.

“Kami sedang melakukan penjajakan dan uji coba penggunaan energi biomassa untuk program de-dieselisasi pembangkit listrik di Pulau Bawean, Jawa Timur,” ujarnya.
Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved