Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Agenda

Lagi, Tim Mahasiswa Kimia Berhasil Meraih Juara 2 dalam Kompetisi Karya Tulis Ilmiah, Blue Fest 2020, Universitas Negeri Jakarta


Published by: Raisya Salsabila Rabu, 11 Agustus 2021
Dibaca: 585 kali
Tim mahasiswa Kimia Universitas Pertamina yaitu Ananda Azhari Aprianty, Shanny Fridarima, dan Jihan Asma Halifah berhasil meraih Juara 2 dalam Kompetisi Karya Tulis Ilmiah Nasional, Blue Fest 2020, yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Jakarta pada tanggal 26 November 2020. Blue Festival atau yang biasa disingkat menjadi Blue Fest adalah program kerja dari Departemen Pendidikan, Riset, dan Teknologi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta dengan skala Nasional. Agenda Blue Fest terdiri dari seminar keilmiahan dan perlombaan ilmiah tingkat nasional serta kolaborasi bersama dengan lembaga eksekutif se-fakultas teknik dalam pelaksanaannya.

Tim yang diketuai oleh Ananda Azhari ini mengusung karya tulis ilmiah yang berjudul “Pembuatan Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) Menggunakan Ekstrak Klorofil Daun Suji, Kulit Terong Ungu, dan Bawang Merah”. DSSC merupakan sel surya generasi ketiga yang mampu mengkonversi cahaya matahari menjadi listrik, photovoltaic.
Menurut Ananda, gagasan ini tidak terlepas dari upaya dalam menerapkan ilmu kimia di kehidupan sehari-hari. “Berawal dari melihat adanya ketimpangan pemanfaatan antara kulit bawang putih dan kulit bawang merah (kulit bawang putih diolah menjadi minyak goreng, sedangkan kulit bawang merah hanya dijadikan pupuk). Saya mencoba mencari ide bagaimana jika kulit bawang merah dapat dimanfaatkan lebih dari itu. Akhirnya saya menemukan literatur yang ditulis oleh Mozghan H. et al yang menyatakan bahwa kulit bawang dapat dijadikan sumber natural dye untuk DSSC,” terangnya.

“Selain itu, juga kepikiran gimana caranya bisa mengimplementasikan mata kuliah kimia material tentang solar cell yang bisa dibuat di rumah dengan harga yang murah, menggunakan bahan dan alat yang tersedia di rumah, serta dapat memanfaatkan limbah. Akhirnya dibuatlah DSSC dengan memanfaatkan daun suji, kulit terong ungu, dan bawang merah sebagai pembanding,” ujar Ananda.

“DSSC yang kami buat memiliki struktur berlapis seperti sandwich yang umumnya terdiri dari elektroda kerja, lapisan TiO2 dan elektroda lawan yang telah dilapisi katalis. Seperti namanya, struktur sandwich tersusun dari beberapa komponen antara lain zat pewarna (dye), dan kami menggunakan kaca Fluorine Doped Tin Oxide (FTO), elektrolit iodine, dan juga pasta TiO2 sebagai semikonduktor oksida. Dimana kaca FTO yang digunakan dilapisi dengan pasta TiO2 dan diteteskan dengan dye. Kemudian, elektrolit iodine diteteskan di atas campuran pasta TiO2 dan ditutup dengan counter electrode (plat ZnO). Susunan berlapis inilah yang disebut dengan struktur sandwich,” tutur Shanny.

“Kami menggunakan pewarna alami (dyes) dari daun suji, kulit terong ungu, dan juga kulit bawang merah. Pada daun suji terdapat zat klorofil, sedangkan pada kulit terong ungu dan kulit bawang merah terdapat zat antosianin. Dimana kedua zat tersebut dapat menghasilkan warna pada DSSC. Dye pada DSSC adalah sebagai sensitizer yang berfungsi untuk menyerap foton energi matahari yang nantinya dapat dikonversikan menjadi listrik,” tambah Jihan.
Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved