Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Agenda

Kebanjiran Program Unggulan Tahunan, Kini Prodi Komunikasi Hadirkan Workshop dan Lomba Film Pendek MOVE UP


Published by: Prodi Komunikasi Jumat, 4 Maret 2022
Dibaca: 593 kali
4 Maret 2022, Prodi Komunikasi - Film yang dikenal dengan sebutan lain yaitu movie, film teater, foto bergerak atau gambar hidup merupakan serangkaian gambar diam yang ketika ditampilkan dalam layar akan berbentuk ilusi berupa gambar bergerak dikarenakan efek phi. Ada beberapa jenis film, salah satunya yaitu film pendek. Film pendek merupakan media yang menyalurkan bentuk kreativitas creator film. Ide yang dituangkan serta usaha untuk membuat film tampak natural merupakan kemampuan yang dimiliki dengan latihan. 

Film pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada 5 Desember 1900 tepatnya di Jakarta. Pergelaran film pertama kali dilakukan di Tanah Abang, menampilkan film dokumenter yang menggambarkan perjalanan Ratu dan Raja Belanda di Den Haag. Saat ini Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) kian hari kian berkembang pesat. Salah satu dampaknya yaitu film semakin berkembang dan banyak digandrungi masyarakat dari berbagai kalangan dan usia.

Saat ini sudah banyak karya film Indonesia yang berhasil go internasional dan mendapatkan beberapa penghargaan. Hal ini menunjukan bahwa film Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk terus hidup. Untuk menciptakan bibit unggul dalam dunia perfilman maka perlu adanya pelatihan dalam dunia perfilman sejak dini, salah satunya yaitu melalui workshop festival film MOVE UP yang diselenggarakan oleh Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina. Selain itu juga terdapat perlombaan film pendek MOVE UP. MOVE UP merupakan program unggulan tahunan Prodi Komunikasi yang memiliki fokus pada kegiatan seputar dunia perfilman. Move UP baru saja dibuka dan diresmikan pada tahun 2021 lalu.


Kegiatan MOVE UP tidak berhenti sampai disitu melainkan di tahun 2022 MOVE UP melaksanakan workshop lanjutan dan perlombaan film pendek. Tepatnya pada 6 Februari 2022 lalu, Move UP melakukan kegiatan workshop yang mengusung tema “The Secret to be Scriptwriter” #dibaliklayar dengan pembicara Danial Rifki, S.Sn. 

Narasumber yang akrab disapa Danial ini, memiliki pengalaman dibidang film sejak tahun 2002 dan mulai membuat film dan pada tahun 2012 memulai karir profesional di industri film. Melihat jam terbang Danila yang luar biasa mampu menghantarkan beliau dalam meraih beberapa nominasi diantaranya menjadi penulis skenario terpuji, Festival Film Bandung “Tanah Surga Katanya” (2013), mendapatkan piala citra sebagai penulis naskah asli terbaik festival film Indonesia “Tanah Surga Katanya” (2012), meraih committee award Kyoto International Student Film and Video Festival “Anak-Anak Lumpur” (2010), dan mendapatkan piala citra film pendek terbaik festival film Indonesia “Karena Aku Sayang Markus” (2007), dan lainnya.

Materi yang disampaikan Danial Rifki mengusung judul “Kelas Menulis Skenario Metode: Inner Movie”. Metode Inner Movie yaitu menulis dari hari, kemudian menulis ulang dari kepala.
“Untuk memulai dalam penulisan skenario kita perlu tahu apa yang akan kita tulis dan kita perlu tahu bagaimana menulisnya. Hal tersebut dapat dirumuskan dalam sebuah premise, misalnya tentang seseorang (protagonis) yang sangat menginginkan sesuatu (goal), sehingga dia melakukan aksi, tetapi kesulitan untuk mendapatkannya (hambatan), dan akhirnya berhasil atau gagal”- Jelas Danial.
Terdapat jurus penguat premise antara lain pertama, what if (Tanyakan bagaimana jika, bagaimana kalau) hal ini bertujuan untuk mengeksplor imajinasi. Kedua, pilihan moral yang berimbang (Tempatkan tokoh utama dalam dilema antara yang sama-sama baik, positif VS positif), hal ini untuk menciptakan keraguan apakah protagonis berhasil atau gagal. Ketiga, tentukan perubahan pada karakternya (Kita menyukai kisah perubahan pribadi ke arah lebih baik), dengan menggunakan rumus Weakness X Action yang nantinya menghasilkan change atau perubahan.
Lanjut Danial, bahwa perlu adanya mengikat makna dengan statement seperti pesan yang mau kita sampaikan atau sudut pandangan pribadi kita pada dunia, agar terkesan lebih kuat.
Workshop festival film MOVE UP kedua ini mampu menghadirkan sebanyak 219 peserta yang sangat antusias dalam diskusi tanya jawab melalui fitur raise hand dan kolom chat zoom bersama Narasumber Danial Rifki.


“MOVE UP merupakan salah satu kegiatan yang sangat menarik untuk dikembangkan kedepannya. Melalui workshop festival film ini kita dapat belajar banyak hal mulai dari teknisi hingga prosedur dalam dunia perfilm an. Saya mengucapkan terima kasih kepada Program Studi Komunikasi yang memberikan kesempatan kepada kami selaku panitia untuk mempersiapkan kegiatan ini. Serta terima kasih juga saya ucapkan kepada seluruh panitia dan pihak terlibat dalam menyukseskan acara ini, semoga kedepannya kegiatan MOVE UP dapat jauh lebih baik lagi dan mencakup skala internasional” -Ujar Netti Anjelina selaku ketua pelaksana MOVE UP.

Lomba Film Pendek MOVE UP

Selanjutnya, pada tanggal 13 Februari 2022 MOVE UP kembali hadir mengadakan acara puncak perlombaan film pendek. Perlombaan tersebut mengusung tema “Romantika Generasi Z di Masa Pandemi”. Romantika merupakan kisah lika-liku kehidupan seseorang tentang kehidupan sehari-hari, kesepian atau jenuh karena pandemi, dan keresahan akan keadaan di masa depan. 
“Setelah tahapan seleksi penerimaan karya peserta, panitia hanya menerima 19 tim dari 24 tim yang mendaftar, karena ke 5 tim lainya tidak sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku”-Ungkap Grace Monika selaku PIC registrasi lomba.
Lomba film pendek ini menghadirkan tiga juri diantaranya;
1. Iwan Kurniawan, selaku jurnalisme majalah Tempo, juri tahuan festival film Tempo, dan narasumber pada kegiatan festival film lainnya.
2. Melisa Indriana Putri, S.I.Kom, M.I.Kom, dosen Cinematography Universitas Pertamina
3. Vivi Varlina, M.Si, dosen Desain Komunikasi Visual Universitas Pertamina.
Dua juri diantaranya yaitu Iwan Kurniawan dan Melisa Indriana Putri, S.I.Kom, M.I.Kom turut memeriahkan acara dengan menjadi narasumber talkshow film pendek.


Berikut nama-nama ke 19 tim yang masuk ke tahap penilaian juri; SMAK Diponegoro Blitar, MAN 1 Belitung, SMK YPM 8 Sidoarjo, SMK Sahid Jakarta, SMAN 1 Magetan (Mengirimkan dua tim), SMA N 1 Slogohimo, SMA Selamat Pagi Indonesia, SMAN I Indralaya, SMA Sedes Sapientiae Semarang, SMAN 2 Madiun, SMKN 3 Kota Bengkulu, SMKN 1 Cerme, SMKN 2 Buduran Sidoarjo, SMK N 1 Jakarta, SMK Cakra Buana, SMA N 3 Jombang, SMK Bakti Utama Pati, dan SMAK Kalam Kudus Bandung.

Tim yang berhasil merebut juara 1 yaitu SMK Cakra Buana dengan judul film “Habis Waktu”. Juara 2 yaitu SMAN 3 Jombang dengan judul film “Daring”. Juara 3 yaitu MAN 1 Belitung dengan judul film “Mengejar Mimpi di Pandemi”. Dan juara
favorite yaitu SMAN 1 Indralaya dengan judul film “Saro”.


Juara 1: SMK Cakra Buana dengan judul film “Habis Waktu”

 Juara 2: SMAN 3 Jombang dengan judul film “Daring”

Juara 3: MAN 1 Belitung dengan judul film “Mengejar Mimpi di Pandemi”

Juara favorite: SMAN 1 Indralaya dengan judul film “Saro”

"MOVE UP event yang sangat berbobot, selalu memberikan pelajaran dan pengalaman. Dari workshop hingga acara puncaknya keren banget. Semoga MOVE UL bisa terus ada dan bisa mendukung para sineas muda untuk terus berkarya"- Ungkap Kharisma Haru Putra Tirta salah satu peserta lomba.


Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved