Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Berita Energi

Inovasi PLN Tekan Biaya Besar untuk Penyediaan Energi Bersih


Published by: detik.com Rabu, 19 Oktober 2022
Dibaca: 484 kali

Bali - Upaya transisi energi di sektor kelistrikan membutuhkan biaya besar. PLN pun melakukan sejumlah langkah agar biaya penyediaan listrik dari energi yang lebih bersih semakin terjangkau.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyebut setidaknya butuh investasi sekitar US$ 500-US$ 600 miliar atau sekitar Rp 7-9 ribu triliun untuk melakukan transisi energi bersih di sektor kelistrikan.

Di sisi lain, Darmawan menyatakan harga penyediaan listrik berbasis energi baru terbarukan bisa terus ditekan. Melalui inovasi teknologi dan kolaborasi, kata dia, harga energi bersih akan semakin kompetitif. Ia meyakini dengan inovasi yang dilakukan saat ini, di masa mendatang harga energi bersih akan bersaing dengan energi fosil.

"Kami melakukan suatu inovasi-inovasi. Dulu kalau kita mau mendapatkan energi murah, itu kotor. Kita mendapatkan energi bersih itu mahal, ini lah suatu polemik yang mesti dihadapi, ini yang mesti kita selesaikan dengan cara kita berinovasi, berkolaborasi," kata Darmawan dalam acara SOE International Conference 2022 di Nusa Dua, Bali, Selasa (18/10/2022).

"Tahun 2015 kita lelang tenaga listrik tenaga surya itu (biaya penyediaan) sekitar 27 sen (US dollar per kWh). Di tahun 2017 sudah turun menjadi hanya sekitar 10 sen (US dollar per kWh). Kita lelang lagi semakin turun. Demikian pula dengan energi angin, demikian pula dengan investasi renewable energy yang semakin maju," ulas Darmawan.

"Dan baru bulan lalu ketika kami melelang itu menjadi 5,4 sen (US dollar per kWh). Ini adalah bentuk inovasi. Di masa depan begitu kita berbicara energi murah ya itu adalah energi bersih," ungkap Darmawan.

Darmawan menyatakan PLN telah menjalankan serangkaian cara untuk mendapatkan pendanaan transisi energi. Ia menegaskan biaya penyediaan energi bersih tak bisa mengandalkan APBN, oleh sebab itu PLN berinovasi untuk mendapatkan investasi.

"Kami menjalankan framework green financing. Kami menggunakan blended finance (antara lain) komersial, bilateral, multilateral, dana konsesi, filantropi untuk memastikan kami bisa melangkah maju dengan memiliki akses terhadap pembiayaan berbiaya murah," tutur Darmawan.

Ia menegaskan upaya transisi energi ini merupakan kepedulian PLN pada keberlanjutan lingkungan. Menurutnya perubahan iklim adalah masalah global yang mesti ditanggulangi secara bersama-sama oleh seluruh pihak.

"Ini adalah suatu global problem, global climate change. Emisi 1 ton karbon baik itu di Tokyo, maupun itu di Jakarta, mau itu di Paris, mau itu di Kuala Lumpur maupun di Washington DC, dampaknya sama," ujar Darmawan.

Baca artikel detikfinance, "Inovasi PLN Tekan Biaya Besar untuk Penyediaan Energi Bersih" selengkapnya https://finance.detik.com/energi/d-6354609/inovasi-pln-tekan-biaya-besar-untuk-penyediaan-energi-bersih.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/
Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved