Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Berita Energi

Gubernur Khofifah Sebut Industri Bioetanol Tebu Jadi Upaya Strategis Kembangkan EBT


Published by: Bangsaonline.com Jumat, 4 November 2022
Dibaca: 449 kali
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur  optimis, industri Bioetanol Tebu oleh PT Energi Agro Nusantara (Enero) Mojokerto yang diresmikan Presiden Joko Widodo menjadi upaya strategis pengembangan Bahan Bakar Nabati (BBN) di Jawa Timur.

Khofiah menjelaskan, pengembangan BBN itu semakin menguatkan langkah  dalam mengembangkan sumber Energi Baru Terbarukan (), demi mewujudkan ketahanan energi nasional.

“Pengembangan Bioetanol Tebu ini salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil dengan mengembangkan sumber-sumber energi alternatif lainnya. Untuk itu,  terus berupaya meningkatkan pemanfaatan  guna mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi bagi masyarakat,” paparnya, Jumat (4/11/2022).

"Hal ini juga selaras dengan komitmen  untuk mengakselerasi dan mendukung sepenuhnya program transisi energi. Yakni dengan meningkatkan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (), yang bertumpu pada kekayaan potensi sumber daya  di Jatim," imbuhnya.

Mantan Menteri Sosial itu menjelaskan, Jawa Timur saat ini merupakan produsen etanol terbesar di Indonesia dan memiliki beberapa perusahaan penghasil  dengan total Produksi sebesar 110.000 KL pada 2020. Salah satunya yakni PT Enero dengan total Produksi Bioetanol sebesar 34.874 KL pada 5 tahun terakhir.

“Di mana Bahan Baku utamanya dari  ini adalah tebu yang diperoleh dari Perkebunan PTPN dan Tebu Rakyat,” ucapnya.

Jawa Timur, lanjut , memiliki potensi dan sumber daya yang besar dalam mendukung Pogram kebijakan Pemerintah mandatory Pemanfaatan Bioetanol E5-E20 pada 2025. Hal itu karena Produk Etanol (Fuel Grade) yang diproduksi PT Enero memiliki multiplayer effect terhadap ketahanan pangan, khususnya sektor pertanian tebu dan industri gula.

“Dengan peningkatan permintaan bahan baku Etanol dari molases (tetes tebu) sebagai produk samping industri gula, maka ini akan berdampak pada peningkatan penyediaan tanaman tebu yang artinya juga mengharuskan peningkatan produksi gula. Dan pasar dari  ini sangat jelas karena merupakan bahan baku campuran untuk menghasilkan Pertamax,” paparnya.

Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved