Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Berita Energi

GTSI Angkut LNG dari Papua Barat ke Jawa dan Sumatera untuk Energi Ramah Lingkungan


Published by: tribunnews.com Sabtu, 15 Januari 2022
Dibaca: 897 kali
GTSI Angkut LNG dari Papua Barat ke Jawa dan Sumatera untuk Energi Ramah Lingkungan

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - PT GTS Internasional Tbk. (GTSI) melalui salah satu anak perusahaannya PT Hikmah Sarana Bahari (HSB) berhasil mendapatkan kepercayaan dari BP Berau Ltd.

Adapun jangka waktu masa kontrak berlaku 1 tahun terhitung mulai 7 Januari 2022.

Kontrak tersebut telah ditandatangani di Jakarta pada Jumat, 7 Januari 2022 oleh Dandun Widodo, President Director HSB dan Herbiana Wintawati, Asia Pacific procurement delivery senior manager BP Berau Ltd.

“Kami merasa bangga atas perolehan kontrak ini, yang mengangkut Liquefied Natural Gas (LNG) dari Tangguh ke beberapa terminal di Indonesia bagian barat."

"Ini juga salah satu langkah mendukung Indonesia yang berkomitmen untuk menghasilkan energi yang ramah lingkungan,” ujar Kemal Imam Santoso, Direktur Utama GTSI.

HSB sebagai penerima kontrak telah menuntaskan assessment yang dilaksanakan oleh BP Indonesia kepada PT Humolco LNG Indonesia sebagai shipping management company untuk kapal EKAPUTRA-1.

Assessment dilakukan berdasarkan persyaratan Contractor Safety Management System (CSMS) dari SKK Migas.

Awalnya, melalui kontrak 3 bulan di bulan Oktober 2021, kapal EKAPUTRA-1, dengan GT 109,281 MT, mengangkut kargo untuk kebutuhan kapal pengganti (substitute vessel) dari BP Berau Ltd..

“Kerja sama ini juga wujud komitmen GTSI melalui anak usaha untuk terus berkontribusi menyediakan energi bangsa oleh anak bangsa.” Ungkap Dandun Widodo, yang juga menjabat sebagai Direktur GTSI.

Kontrak yang diperoleh saat ini, EKAPUTRA-1 mengangkut LNG yang diproduksi di Kilang Tangguh LNG yang dioperasikan oleh BP Berau Ltd. dengan lokasi muat (loading) di pelabuhan Tangguh, Teluk Bintuni, Papua Barat dan discharging port yang direncanakan berada pada beberapa titik di Indonesia bagian barat, diantaranya Arun Port, FSRU Jawa Barat, FSRU Lampung dan FSRU Jawa Satu.

“Dengan memiliki standar operasi dan keamanan adalah keharusan, serta kepatuhan terhadap regulasi berstandar internasional, kami yakin kapal dan awak kapal dapat membawa muatan pelanggan yang high risk dengan aman."

"Tujuannya, adalah menjaga kepercayaan pelanggan, trust yang kami jaga dari tahun ke tahun dalam bermitra.” Tutup Dandun. 
Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved