Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Berita Energi

Dukung Negara untuk Wujudkan Energi Berkeadilan, Ini Upaya Pertamina


Published by: kompas.com Rabu, 1 Juni 2022
Dibaca: 376 kali
KOMPAS.com – PT Pertamina (Persero) memastikan ketersediaan dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan liquified petroleum gas (LPG) menyentuh seluruh pelosok Nusantara. Hal itu dilakukan Pertamina untuk memenuhi mandat dari negara dalam mewujudkan energi berkeadilan. Untuk memastikan pemerataan sebaran BBM dan LPG, Pertamina telah melakukan berbagai upaya. 

Beberapa di antaranya adalah membangun dan mengoperasikan Lembaga Penyalur Program BBM Satu Harga dan meluncurkan program One Village One Outlet (OVOO).  Pejabat sementara (Pjs) Vice President Corporate Communication Pertamina Heppy Wulansari mengatakan, program BBM Satu harga telah dijalankan sejak 2017 atas arahan Presiden Joko Widodo. Melalui 328 lembaga penyalur BBM Satu Harga, program tersebut telah menjangkau 112 kabupaten di Indonesia, termasuk wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). 

Pada 2022, Pemerintah menargetkan Pertamina untuk menambah 92 titik penyaluran BBM Satu Harga. Heppy mengatakan, saat ini Pertamina telah berhasil menambah tujuh titik penyaluran. Pertamina menambah dua titik penyaluran di Kalimantan Barat serta masing-masing satu titik di Kalimantan Tengah dan Sulawesi Utara. 

Kemudian, tiga titik juga ditambahkan di Kepulauan Maluku. “Sebanyak 65 titik BBM Satu Harga tengah dalam proses pembangunan dan perizinan pemerintah daerah. Selain itu, Pertamina juga telah mengembangkan 217.687 pangkalan LPG 3 kilogram (kg) yang tersebar di 61.801 desa,” jelas Heppy melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (1/6/2022). 

Ia juga mengatakan, melalui OVOO Pertamina akan terus memperluas infrastruktur penyaluran LPG 3 kg hingga ke seluruh pedesaan agar produk tersebut lebih mudah terjangkau dan perekonomian desa ikut terdongkrak.  Melalui infrastruktur distribusi energi yang telah dibangun, Pertamina selama Januari hingga April 2022 telah mendistribusikan solar bersubsidi dengan volume sekitar 5,2 juta kiloliter, Pertalite sekitar 9 juta kiloliter dan LPG subsidi dengan volume sekitar 2,5 juta metrik ton. 

Menanggapi melonjaknya harga minyak mentah dunia, pemerintah juga telah menambah nilai subsidi BBM dan gas sebesar Rp 71,8 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2022. Dengan demikian, masyarakat yang berhak mendapat subsidi tidak kesulitan dalam memperoleh BBM dan gas untuk keperluan sehari-hari. 

“Pertamina didukung seluruh stakeholder akan terus memastikan penyediaan dan penyaluran BBM dan LPG bersubsidi agar subsidi Pemerintah yang demikian besar tahun ini dapat dimanfaatkan dengan baik, tepat sasaran, dan tidak lebih dari kuota” ujar Heppy.  Masyarakat yang menemukan indikasi penyalahgunaan atau penyelewengan BBM bersubsidi dapat langsung menghubungi call centre Pertamina di nomor 135.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dukung Negara untuk Wujudkan Energi Berkeadilan, Ini Upaya Pertamina", Klik untuk baca: https://biz.kompas.com/read/2022/06/01/121429528/dukung-negara-untuk-wujudkan-energi-berkeadilan-ini-upaya-pertamina.

Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved