Dewan Energi Nasional (DEN) Sarankan Perubahan Pola Distribusi untuk LPG Subsidi
Published by: kontan.co.id
Rabu, 2 Maret 2022
Dibaca: 413 kali
Jakarta - Kenaikan harga komoditas energi sepanjang tahun 2021 membuat PT Pertamina melakukan penyesuaian harga LPG nonsubsidi per Minggu (27/2).
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha mengungkapkan, dengan kondisi LPG yang merupakan satu komoditas dengan dua harga maka perlu ada perubahan pola distribusi khususnya untuk LPG subsidi atau LPG 3 kg.
Apalagi kenaikan harga LPG nonsubsidi berpotensi membuat masyarakat beralih ke LPG subsidi.
"Pola distribusi LPG 3 kg harus menggunakan pola distribusi tertutup, sehingga terhindar dari berpindahnya pengguna non subsidi ke subsidi," ujar Satya kepada Kontan.co.id, Senin (28/2).
Satya mengungkapkan, perubahan ini mendesak untuk dilakukan mengingat kenaikan harga komponen LPG yang terus terjadi.
Selain itu, saat ini Indonesia masih harus mengimpor LPG dalam jumlah besar setiap tahunnya.
"Mesti diingat, lebih dari 65% komponen LPG adalah impor," jelas Satya.
Sekretaris Jenderal DEN Djoko Siswanto mengungkapkan, ada upaya lain yang juga bisa dilakukan yakni dengan produk alternatif.
"(Bisa) Pakai kompor listrik dan segera memproduksi DME," kata Djoko, Senin (28/2).
Dikonfirmasi terpisah, Pjs. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menjelaskan, segmentasi pengguna LPG nonsubsidi sudah jelas. Untuk itu, masyarakat pengguna LPG nonsubsidi diharapkan tidak beralih ke LPG subsidi.
"Kami akan terus melakukan monitoring stok dan penyaluran LPG kepada masyarakat. Selain itu, kami juga terus akan melakukan edukasi untuk memastikan penyaluran LPG yang tepat sasaran, ini akan dilakukan bersama-sama dengan seluruh stakeholder dan masyarakat," tegas Irto.
Berdasarkan riset Kontan, produksi LPG pada tahun 2017 mencapai 2,02 juta ton, produksi LPG juga mencapai 2,02 juta ton pada 2018. Kemudian di 2019 produksi LPG mencapai 1,96 juta ton dan pada tahun 2020 sebesar 1,92 juta ton.
Adapun, volume impor terus mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Impor LPG pada 2017 tercatat sebesar 5,46 juta ton dan meningkat menjadi 5,56 juta ton pada 2018.
Selanjutnya di 2019 impor kembali naik menjadi 5,71 juta ton dan kembali meningkat menjadi 6,39 juta ton pada 2020. Pada tahun 2021 volume impor LPG mencapai 6,42 juta ton.
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn
Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE