Dan Lagi, Mahasiswa Kimia Kembali Menorehkan Tinta Emas pada MARINE SCIENCE COMPETITION 2021
Published by: Zahra Raihana
Jumat, 15 Oktober 2021
Dibaca: 506 kali
Ditengah maraknya pandemi covid-19, ternyata tidak juga menyurutkan semangat berinovasi para mahasiswa di program studi kimia Universitas Pertamina. Salah satunya yaitu A.A. Gd. Bagus Mahendra dan Andrea Hanna Rininditia dari angkatan 2018. Kedua mahasiswa ini lagi-lagi mencetak prestasi baru ditengah kesulitannya dalam beradaptasi dengan perkuliahan sistem online akibat pandemi. Kedua mahasiswa ini memiliki ketertarikan mendalam dibidang pengembangan obat secara in silico atau metode komputasi. Ketertarikan tersebut berawal dari mata kuliah pilihan kimia medisinal yang diambil oleh Bagus maupun Andrea saat menjalani perkuliahan di semester 6 lalu. Siapa sangka, ternyata mata kuliah yang mereka ambil memberikan wawasan baru sehingga menjuarai berbagai lomba dengan tema terkait.
Marine Science Competition sendiri merupakan kompetisi karya tulis ilmiah yang diadakan oleh prodi teknik keluatan Universitas Diponegoro. Pada kompetisi ini, gagasan kedua mahasiswa yang berujudul"POTENSI SENYAWA AKTIF DARI GENUS SARCOPHYTON DAN CUCUMARIA SEBAGAI ANTI-KANKER MELALUI STUDI IN SILICO" berhasil meraih juara pertama setelah bersaing dengan banyak sekali peserta dari berbagai universitas di Indonesia. Bagus Mahendra pun menceritakan secara ringkas mengenai gagasan yang diusulkannya "Ide dari tim kami bergerak dari kasus kanker payudara yang menempati peringkat pertama di Indonesia berdasarkan kasus baru pada tahun 2020. Tim kami mencoba mengeksplorasi natural products yang dapat dimanfaatkan dari biota laut, karena Indonesia memiliki ekosistem laut yang beragam. Kami mencoba menganalisis potensi senyawa aktif dari genus Cucumaria (timun laut) dan Sarcophyton (karang lunak) sebagai antikanker terhadap protein target pada sel kanker. Studi yang kami lakukan menggunakan dry lab berupa simulasi molecular docking. Awal kami bisa melakukan eksplorasi dengan molecular docking karena mendapatkan ilmunya pada mata kuliah kimia medisinal. Tim kami memperoleh peringkat pertama, peringkat kedua dan ketiga diraih oleh Undip dan UNS."
Selain itu, Andrea Hanna yang tengah mengikuti kegiatan student exchange di University Edinburgh itu pun memberikan kesannya selama mengikuti lomba tersebut, "Tentunya jet lag sangat berpengaruh, karena susah nyari waktu diskusi, disini siang di UK pagi. Disini malam di UK sore, mantap pokoknya!!. Bersyukur banget ambil matkul kimia medisinal, bisa belajar docking yang keren pakai dock6 hehehe."
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn
Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE